:: Jum’at, 03 Februari 2006, 00:06 WIB
Sebenarnya malam ini aku sudah dikasur dan ingin memulai tidur dengan mimpi yang indah. Ya, sangat indah. Tapi kantuk terganjal roman Saman, keinginan Ayu Utami yang sedikit lagi tamat. Bayangan seseorang yang menghempaskanku ke ruang rindu malah datang tergopoh-gopoh. Ingin kurefleksikan sinaran batin ini hingga terpaksa menghidupkan komputer dan memulai menulis.
Tulisan ini sebuah rahasia panjang:
Kelak, jika Tuhan mempertemukan aku dengannya dalam ikatan suci aku akan membacakan tulisan ini sambil aku duduk selonjoran dan dia tiduran dengan kepala dipaha kiriku. Tentu saja setelah membacakan dongeng terindah yang aku cari dari buku-buku yang terpilih. Atau dari situs internet yang aku acak secara rahasia. Sebagai kado ulangtahun pernikahan kami yang ke-5. Kelak, jika aku mulai kehilangan rindu padanya setelah dia begitu terhanyut dengan rayuan manisku, hingga kaku ketika bertemu, gagap ketika bicara dan salting ketika kutanya. Aku akan melakukan meditasi kembali. Memulai perlintasan dengan persahabatan semu. Kan kugoda dirinya dengan sangka, atau patahkan keinginannya dengan gombal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar